Jumat, 24 September 2010

Flow Control

Tujuan

- Agar siswa dapat mengetahui apa itu Flow Control

- Agar siswa dapat menjelaskan apa itu Flow Control

- Agar siswa dapat mengetahui proses Flow Control

Pendahuluan

Flow Control adalah proses pengaturan kecepatan transmisi data agar tidak terjadi penumpukan data atau Bottle Neck. Flow Control biasanya terjadi pada NIC berkecepatan rendah atau koneksi berkecepatan rendah.

Alat & Bahan

- 1 perangkat Komputer atau Laptop

- Aplikasi ThroughPut (Wireshark)

- Koneksi Internet

Langkah Kerja

- Aktifkan Komputer atau Laptop

- Aktifkan Aplikasi ThroughPut (yang saya gunakan adalah Wireshark)

- Setelah itu buka suatu web page di web browser.

- Lalu lakukan pengamatan terhadap throughput yan muncul di Wireshark.

- Pilih menu capture > Interface. Lalu pilih interface yang sedang aktif..

- Ambil salah satu sample yang akan diteliti proses flow control (misalnya sample dalam proses di www.facebook.com).

- Amati setiap informasi yang ada. Lalu tetntukan bagaimana proses control bisa terjadi.

Hasil Pengamatan

Dari gambar di atas, hal ini menunjukkan suatu frame yang akan dikirim ulang karena terjadi kegagalan sebelumnya. Kejadian ini biasa terjadi karena ACK yang dikirimkan oleh node pengirim berisikan pesan kegagalan dalam mengirimkan frame yang sebelumnya dikirim. Pada gambar di atas terlihat informasi [RTO based on delta from frame: 235] yang menunjukkan bahwa pengiriman ulang ini untuk frame nomor 235 yang sebelumnya gagal dikirim kepada penerima.

Kamis, 12 Agustus 2010

Hasil Analisa Wireshark

Enkapsulasi & Dekapsulasi Dalam Model Referensi (kali ini kita memakai Model OSI), terdapat 7 layer yang memiliki fungsi dan tujuan masing-masing. Misalkan pada layer Application, fungsinya adalah sebagai pengolah/pembuat/developer data sebelum dikirimkan ke network. Naaaahhh... di dalam setiap layer, ada data yang diolah dengan bentuk tertentu, tergantung layer yang dilaluinya. Analoginya, data yang didistribusikan, semakin mendekat ke layer terakhir, semakin terbungkus oleh header sebagai bungkus paket data. Dan semakin dekat dengan layer awal, maka data semakin terurai hingga berbentuk datagram. Data yang melintas pada layer-layer tersebut disebut dengan PDU (Protocol Data Units). Untuk lebih rincinya lagi, PDU apa saja yang ada pada Model OSI, dan seperti apa proses enkapsulasi dan dekapsulasi terjadi, berikut prosesnya.


1. Application, Presentation, Session = Datagram


Dalam layer-layer ini, hanya ada satu PDU saja, yaitu Datagram. Datagram adalah data yang masih berupa data hasil developed atau buatan stand-alone application dalam komputer. Data ini cenderung masih bisa dimengerti oleh kita, belum menjadi data yang berbentuk abstrak. Selain itu, Datagram juga belum terbungkus oleh header yang menyediakan info-info yang diperlukan dalam mengirim datagram tersebut.

2. Transport = Segment



Pada layer Transport, Datagram mulai dibungkus dengan header. Header ini berisi tentang source port, destination port, panjang header, dan info-info lainnya, hingga menjadi PDU baru yang bernama segment.

3. Network = Packet



Setelah itu, segment mulai dibungkus kembali dengan header. Header ini berisi tentang info versi IP, detail alamat IP, dsb., sehingga menjadi PDU yang bernama packet.

4. Datalink = Frame



Lalu, Packet pun dibungkus kembali dengan header. Header ini berisi tentang waktu yang tercatat saat melakukan proses pembungkusan dan pengiriman data, hingga menjadi sebuah PDU baru yang bernama frame.

5. Physical = Bitstream



Terakhir, Frame dibungkus dengan header kembali. Header ini berisi tentang info MAC address source dan MAC address destination, hingga PDU ini bernama bitstream. Bentuk ini bentuk terakhir dalam enkapsulasi. Setelah ini, langsung dikirimkan melalui media transmisi hingga sampai di host yang lain.


Semua proses ini dinamakan Enkapsulasi. Sedangkan Dekapsulasi, adalah proses yang terjadi dari layer bawah ke atas.

Laporan:
http://www.mediafire.com/?3k2fmam4qzmzeh8

Senin, 02 Agustus 2010

Router, Switch, Hub, dan Repeater

Kali ini saya akan menjelaskan tentang Router, Hub, Repeater, dan Switch.
Adapaun pengertiannya sebagai berikut:


1. Router
Router adalah perangkat jaringan komputer yang menghubungkan host pada jaringan yang berlainan. Fungsinya adalah melakukan IP Forwarding, yaitu proses meneruskan paket IP dari satu jaringan ke jaringan lain yang menjadi tujuan paket data. Perangkat Jaringan ini bekerja pada lapisan Network(Network Layer) pada model referensi.

Jika dilihat dari perangkatnya, Router terdiri dari 2 jenis, yaitu:

- PC Router
PC Router adalah komputer personal biasa, tetapi dengan penambahan spesifikasi dan konfigurasi maka dapat berfungsi sebagai router.

- Dedicated Router
Dedicated Router adalah perangkat yang dibuat dengan rancangan dan konfigurasi tertentu sebagai router.

2.Switch
Switch adalah alat yang digunakan untuk menghubungkan bebepara LAN yang terpisah serta menyediakan filter paket antar LAN. Switch adalah peralatan multi port, masing-masing dapat mendukung satu workstation, jaringan Ethernet atau jaringan Token Ring. Meskipun terhubung dengan jaringan yang berbeda pada masing-masing port, switch dapat memindahkan paket data antar jaringan apabila diperlukan. Dalam hal ini switch berlaku seperti bridge multi port yang sangat cepat (paket data difilter oleh switch dengan alamat yang dituju).

3. Hub

Sama seperti switch, tetapi perbedaannya adalah hub tidak memiliki faslitas routing. Sehingga semua informasi yang datang akan dikirimkan ke semua komputer (broadcast).

4.Repeater
Repeater adalah perangkat jaringan komputer yang berfungsi untuk memperkuat sinyal. Repeater ditempatkan di tengah media ketika daya pancarnya melemah. Dengan kata lain, kekuatan sinyal yang diterima oleh Repeater akan dikuatkan kembali sehingga output dari Repeater memancarkan sinyal. Perangkat jaringan komputer ini bekerja pada lapisan fisik(Physical Layer) pada model referensi.

Sumber:
- http://id.wikipedia.org/wiki/Switch_jaringan
- http://www.scribd.com/doc/344736/FUNGSI-HUB-DAN-SWITCH-HUB-TUGAS
- Teknik Komputer dan Jaringan. Jaringan Komputer Teori dan Implementasi. SMKN 1 Cimahi.

Senin, 26 Juli 2010

Layer pertama dan kedua pada Model Referensi OSI

Pada Model Referensi OSI(Open System Interconnection) terdapat 7 layer atau lapisan. Kali ini saya akan membahas perangkat-perangkat yang terdapat pada layer pertama dan kedua pada Model Referensi OSI.

Layer pertama pada model referensi OSI:

1. Layer Physical

Ini adalah layer yang paling sederhana. Berkaitan dengan electrical (dan optical) koneksi antar peralatan. Data biner dikodekan dalam bentuk yang dapat ditransmisi melalui media jaringan, sebagai contoh kabel, transceiver dan konektor yang berkaitan dengan layer Physical. Peralatan seperti Kabel, RF (radio Frequency), NIC, Repeater, dll berada pada layer ini.

2. Layer Data-link

Layer ini sedikit lebih “cerdas” dibandingkan dengan layer physical, karena menyediakan transfer data yang lebih nyata. Sebagai penghubung antara media network dan layer protocol yang lebih high-level, layer data link bertanggung-jawab pada paket akhir dari data binari yang berasal dari level yang lebih tinggi ke paket diskrit sebelum ke layer physical. Akan mengirimkan frame (blok dari data) melalui suatu network. Ethernet (802.2 & 802.3), Tokenbus (802.4) dan Tokenring (802.5) adalah protocol pada layer Data-link. Peralatan seperti Switch, dan perangkat lain yang bisa melakukan ARP berada pada layer ini.


Sumber:

-http://disconnected32.wordpress.com/2008/09/22/pengenalan-jaringan/

-http://www.facebook.com/topic.php?uid=59821105868&topic=10112

Kamis, 22 Juli 2010

Komunikasi

Komunikasi adalah suatu kegiatan untuk bertukar pesan mau secara verbal ataupun non-verbal.
Dalam berkomunikasi, dibutuhkan 3 komponen antara lain:

•Sumber (Source): Seseorang yang memberikan pesan atau dalam komunikasi dapat disebut sebagai komunikator.
•Media: Sebuah alat untuk mengirimkan pesan tersebut. Misal secara personal (komunikasi interpersonal), maka media komunikasi yang digunakan adalah panca indra atau bisa memakai media telepon, telegram, handphone, yang bersifat pribadi.
•Receiver: Orang yang mendapatkan pesan dari komunikator melalui media. Penerima adalah elemen yang penting dalam menjalankan sebuah proses komunikasi. Karena, penerima menjadi sasaran dari komunikasi tersebut.

Jenis-jenis komunikasi dibagi menjadi 3, yaitu:
•Simplex
Simplex adalah suatu proses komunikasi yang bersifat satu arah (one way).
-Contoh: Radio, Televisi, dsb.


•Half-Duplex
Half-Duplex adalah
sebuah mode komunikasi di mana data dapat ditransmisikan atau diterima secara dua arah tapi tidak dapat secara bersama-sama.
-Contoh: Walkie-Talkie


•Full-Duplex
Full-Duplex
adalah sistem komunikasi dimana Receiver dan Source dapat mengirimkan data atau informasi dalam dua arah pada waktu yang sama.
-Contoh: Telepon


Sumber:

Enkapsulasi & Dekapsulasi

Enkapsulasi adalah sebuah proses melakukan pemaketan pada sebuah data. Dengan enkapsulasi data menjadi memiliki identitas. Enkapsulasi terjadi ketika sebuah protokol yang berada pada lapisan yang lebih rendah menerima data dari protokol yang berada pada lapisan yang lebih tinggi dan meletakkan data ke format data yang dipahami oleh protokol tersebut.

Dekapsulasi adalah proses pelepasan header dari layer ke layer.

Sabtu, 17 Juli 2010

Model Referensi Jaringan TCP / IP & OSI

TCP/IP(Transmmision Control Protocol/Internet Protocol) adalah satu set protokol yang memungkinkan terjadinya komunikasi antar komputer . TCP/IP menjadi sangat populer karena apabila kita ingin terkoneksi ke Internet kita harus menggunakan protokol TCP/IP, yang dengan TCP/IP inilah kemudian komputer di seluruh dunia dapat saling berkomunikasi.

TCP/IP yang asli memiliki beberapa tujuan dalam mewujudkan sebuah jaringan komputer yang luas dan mudah dikembangkan, tujuan-tujuan itu diantaranya:
Independensi hardware: sebuah protokol yang dapat digunakan pada Machintosh, PC, Mainframe atau komputer jenis apapun.

Independensi software: sebuah protokol harus dapat digunakan oleh produsen dan aplikasi software yang berbeda. Hal ini akan memungkinkan sebuah host pada suatu situs untuk berkomunikasi dengan host lain di situs yang lainnya tanpa memerlukan konfigurasi software yang sama.

Rekoveri kesalahan dan penanganan error: sebuah protokol harus mampu memperbaiki kesalahan secara otomatis atas drop atau hilangnya data. Protokol ini harus mampu mencegah/mengembalikan kehilangan/rusaknya data dari host manapun di bagian
manapun dari jaringan serta pada point manapun dari pengiriman suatu data.

Protokol yang efisien dengan atribut yang minimal (tidak terlalu banyak tambahan
atribut).

Kemampuan untuk menambah koneksi tanpa menggangu servis dalam jaringan.

Routable data: sebuah protokol harus mampu mencari jalan untuk menyampaikan data sehingga data tersebut dapat sampai ketujuan.

Model TCP/IP hanya terdiri dari empat layer, yaitu:
Application Layer
Berfungsi sebagai interface antara user dan komputer. Layer ini bertanggung jawab untuk mengidentifikasi ketersediaan dari partner komunikasi, menentukan ketersediaan resources dan melakukan proses sinkronisasi komunikasi. Application layer menentukan identitas dan ketersediaan dari partner komunikasi untuk sebuah aplikasi dengan data yang dikirim.

• Transport Layer
Berfungsi sebagai penjamin diterimanya paket data yang dikirim. Transport layer juga dapat membentuk sebuah sambungan dan mengirim acknowledgment ketika paket data diterima.

• Internet Layer
Berfungsi untuk memberikan layanan dasar pengantaran data. salah satu protokol yang bekerja pada layer ini adlah IP (internet protokol) yang diantaranya berfungsi:
  1. Mentransfer data dari Network access layer ke transport layer dan sebaliknya.
  2. Menangani datagaram termasuk fragmentasi dan defragmentasi.
  3. Menangani skema pengalamatan yang diguankan dalam pertukaran data- menangani proses routing.
• Network Interface Layer
Berfungsi sebagai penanggung jawab dalam hal routing dari paket-paket data yang didasarkan pada logical address dari paket-paket data tersebut. Network layer memotong-motong data dan menyusunya kembali jika diperlukan, ia mengirim paket-paket data dari sumber ke tujuan.

Cara Kerja TCP/IP
TCP/IP menjelaskan bagaimana dua buah host dapat saling berkomunikasi dan bagaimana kedua host ini tetap terkoneksi satu sama lain ketika data dikirim. TCP bertanggung jawab untuk memastikan data diterima di host tujuan. TCP meninggalkan jejak tentang apa yang dikirim dan dikirim ulang (informasi apapun yang tidak berhasil dikirimkan), jika suatu data terlalu besar untuk dikirim sebagai sebuah paket, TCP memecah data tersebut kedalam beberapa paket dan memastikan bahwa seluruh paket yang dikirim dapat sampai di tujuan dengan benar, setelah itu TCP menyusun kembali paket-paket tersebut sesuai dengan urutannya dan kemudian merekonstruksi data yang dikirim.


Model TCP/IP




OSI(Open System Interconnetction)
adalah sebuah standar baku dan ia hanyalah sebuah model rujukan, jika kita misalkan suatu model adalah sebuah pertanyaan, maka protokol adalah jawabannya.
OSI model dibuat dengan tujuan agar komunikasi data dapat berjalan melalui
langkah-langkah yang jelas, langkah-langkah ini biasa disebut dengan nama “layer”.

Model OSI terdiri dari tujuh layer dengan pembagian tugas yang jelas, ke tujuh layer itu
adalah:

Aplication Layer
Berfungsi sebagai interface antara user dan komputer. Layer ini bertanggung jawab untuk mengidentifikasi ketersediaan dari partner komunikasi, menentukan ketersediaan resources dan melakukan proses sinkronisasi komunikasi. Application layer menentukan identitas dan ketersediaan dari partner komunikasi untuk sebuah aplikasi dengan data yang dikirim.
Beberapa contoh aplikasi yang bekerja di Application layer antara lain:

Presentation Layer
Berfungsi sebagai penambah struktur pada paket data yang akan dikirimkan.
Tugas utama layer ini adalah untuk meyakinkan bahwa data atau informasi terkirim dengan
bahasa atau syntax yang dapat dipahami oleh host yang dituju.

Session Layer
Berfungsi sebagai pengontrol “dialog” selama komunikasi berlangsung, layer ini bertanggung jawab dalam hal bagaimana membentuk sambungan, bagaimana menggunakan sambungan tersebut, dan bagai mana memutuskan sambungan yang terbentuk setelah sebuah sesi komunikasi selesai.
Session layer juga menambahkan control header pada paket data selama pertukaran data
terjadi.

Transport Layer
Berfungsi sebagai penjamin diterimanya paket data yang dikirim. Transport layer juga dapat membentuk sebuah sambungan dan mengirim acknowledgment ketika paket data diterima.

Network Layer
Berfungsi sebagai penanggung jawab dalam hal routing dari paket-paket data yang didasarkan pada logical address dari paket-paket data tersebut. Network layer memotong-motong data dan menyusunya kembali jika diperlukan, ia mengirim paket-paket data dari sumber ke tujuan.

• Data-Link Layer
Layer dimana data dipersiapkan untuk dikirimkan melalui jaringan, pada layer ini paket data di kapsulasi dalam sebuah frame (bundle dari data biner) sebelum dikirimkan. Protokol pada layer ini membantu dalam hal pengalamatan (addressing) dan pendeteksian kesalahan dari data yang dikirimkan. Layer ini bertanggung jawab dalam megirimkan data dari satu hoop ke hoop yang lain. Data-link layer terdiri dari dua sublayer yaitu; sublayer Logical Link Control (LLC) dan sublayer Media Access Control (MAC). Sublayer LLC adalah antarmuka antara protokol network layer dengan metode pengaksesan media misalnya Ethernet atau Token Ring. Sublayer MAC menangani koneksi ke media fisik seperti twisted-pair atau pengkabelan koaksial.

• Physical Layer
Layer paling bawah dalam model OSI adalah physical layer. Layer ini menjelaskan bagaimana pengiriman dan penerimaan bit-bit data sepanjang media transmisi seperti; kabel koaksial, twited-pair, serat optic, gelombang radio atau media transmisi yang lainya.

Cara Kerja Model Referensi Jaringan OSI
Aplication layer megirimkan data ke presentation layer, di presentation layer data ditambahkan header dan atau tailer kemudian dikirim ke layer dibawahnya, pada layer dibawahnya pun demikian, data ditambahkan header dan atau tailer kemudian dikirimkan ke layer dibawahnya lagi, terus demikian sampai ke physical layer. Di physical layer data dikirimkan melalui media transmisi ke host tujuan. Di host tujuan paket data mengalir dengan arah sebaliknya, dari layer paling bawah ke layer paling atas. Protokol pada physical layer di host tujuan mengambil paket data dari media transmisi kemudian mengirimkannya ke data-link layer, data-link layer memeriksa data-link layer header yang ditambahkan host pengirim pada paket, jika host bukan yang dituju oleh paket tersebut maka paket itu akan di buang, tetapi jika host adalah yang dituju oleh paket tersebut maka paket akan dikirimkan ke network layer, proses ini terus berlanjut sampai ke application layer di host tujuan. Proses pengiriman paket dari layer ke layer ini disebut dengan “peer-layer communication”.



Proses pengiriman dan penerimaan data pada model OSI.

Sumber:
-http://www.id.wikipedia.org