Kamis, 21 Oktober 2010
VLSM (Variable Length Subnet Mask)
Kamis, 07 Oktober 2010
Pengalamatan
- Network Identifier/NetID atau Network Address (alamat jaringan) yang digunakan khusus untuk mengidentifikasikan alamat jaringan di mana host berada.Dalam banyak kasus, sebuah alamat network identifier adalah sama dengan segmen jaringan fisik dengan batasan yang dibuat dan didefinisikan oleh router IP. Meskipun demikian, ada beberapa kasus di mana beberapa jaringan logis terdapat di dalam sebuah segmen jaringan fisik yang sama dengan menggunakan sebuah praktek yang disebut sebagai multinetting. Semua sistem di dalam sebuah jaringan fisik yang sama harus memiliki alamat network identifier yang sama. Network identifier juga harus bersifat unik dalam sebuah Internetwork. Jika semua node di dalam jaringan logis yang sama tidak dikonfigurasikan dengan menggunakan network identifier yang sama, maka terjadilah masalah yang disebut dengan routing error.Alamat network identifier tidak boleh bernilai 0 atau 255.
- Host Identifier/HostID atau Host address (alamat host) yang digunakan khusus untuk mengidentifikasikan alamat host (dapat berupa workstation, server atau sistem lainnya yang berbasis teknologi TCP/IP) di dalam jaringan. Nilai host identifier tidak boleh bernilai 0 atau 255 dan harus bersifat unik di dalam network identifier/segmen jaringan di mana ia berada.
- Alamat Unicast, merupakan alamat IPv4 yang ditentukan untuk sebuah antarmuka jaringan yang dihubungkan ke sebuah internetwork IP. Alamat Unicast digunakan dalam komunikasi point-to-point atau one-to-one.
- Alamat Broadcast, merupakan alamat IPv4 yang didesain agar diproses oleh setiap node IP dalam segmen jaringan yang sama. Alamat broadcast digunakan dalam komunikasi one-to-everyone.
- Alamat Multicast, merupakan alamat IPv4 yang didesain agar diproses oleh satu atau beberapa node dalam segmen jaringan yang sama atau berbeda. Alamat multicast digunakan dalam komunikasi one-to-many.
Kelas-kelas alamat
Dalam RFC 791, alamat IP versi 4 dibagi ke dalam beberapa kelas, dilihat dari oktet pertamanya, seperti terlihat pada tabel. Sebenarnya yang menjadi pembeda kelas IP versi 4 adalah pola biner yang terdapat dalam oktet pertama (utamanya adalah bit-bit awal/high-order bit), tapi untuk lebih mudah mengingatnya, akan lebih cepat diingat dengan menggunakan representasi desimal.
| Kelas Alamat IP | Oktet pertama (desimal) | Oktet pertama (biner) | Digunakan oleh |
|---|---|---|---|
| Kelas A | 1–126 | 0xxx xxxx | Alamat unicast untuk jaringan skala besar |
| Kelas B | 128–191 | 10xx xxxx | Alamat unicast untuk jaringan skala menengah hingga skala besar |
| Kelas C | 192–223 | 110x xxxx | Alamat unicast untuk jaringan skala kecil |
| Kelas D | 224–239 | 1110 xxxx | Alamat multicast (bukan alamat unicast) |
| Kelas E | 240–255 | 1111 xxxx | Direservasikan;umumnya digunakan sebagai alamat percobaan (eksperimen); (bukan alamat unicast) |
Kelas A
Kelas B
Kelas C
Kelas D
Kelas E
| Kelas Alamat | Nilai oktet pertama | Bagian untuk Network Identifier | Bagian untuk Host Identifier | Jumlah jaringan maksimum | Jumlah host dalam satu jaringan maksimum |
|---|---|---|---|---|---|
| Kelas A | 1–126 | W | X.Y.Z | 126 | 16,777,214 |
| Kelas B | 128–191 | W.X | Y.Z | 16,384 | 65,534 |
| Kelas C | 192–223 | W.X.Y | Z | 2,097,152 | 254 |
| Kelas D | 224-239 | Multicast IP Address | Multicast IP Address | Multicast IP Address | Multicast IP Address |
| Kelas E | 240-255 | Dicadangkan; eksperimen | Dicadangkan; eksperimen | Dicadangkan; eksperimen | Dicadangkan; eksperimen |
Jumat, 24 September 2010
Flow Control
- Agar siswa dapat mengetahui apa itu Flow Control
- Agar siswa dapat menjelaskan apa itu Flow Control
- Agar siswa dapat mengetahui proses Flow Control
Pendahuluan
Flow Control adalah proses pengaturan kecepatan transmisi data agar tidak terjadi penumpukan data atau Bottle Neck. Flow Control biasanya terjadi pada NIC berkecepatan rendah atau koneksi berkecepatan rendah.
Alat & Bahan
- 1 perangkat Komputer atau Laptop
- Aplikasi ThroughPut (Wireshark)
- Koneksi Internet
Langkah Kerja
- Aktifkan Komputer atau Laptop
- Aktifkan Aplikasi ThroughPut (yang saya gunakan adalah Wireshark)
- Setelah itu buka suatu web page di web browser.
- Lalu lakukan pengamatan terhadap throughput yan muncul di Wireshark.
- Pilih menu capture > Interface. Lalu pilih interface yang sedang aktif..
- Ambil salah satu sample yang akan diteliti proses flow control (misalnya sample dalam proses di www.facebook.com).
- Amati setiap informasi yang ada. Lalu tetntukan bagaimana proses control bisa terjadi.
Hasil Pengamatan
Dari gambar di atas, hal ini menunjukkan suatu frame yang akan dikirim ulang karena terjadi kegagalan sebelumnya. Kejadian ini biasa terjadi karena ACK yang dikirimkan oleh node pengirim berisikan pesan kegagalan dalam mengirimkan frame yang sebelumnya dikirim. Pada gambar di atas terlihat informasi [RTO based on delta from frame: 235] yang menunjukkan bahwa pengiriman ulang ini untuk frame nomor 235 yang sebelumnya gagal dikirim kepada penerima.
Kamis, 12 Agustus 2010
Hasil Analisa Wireshark
1. Application, Presentation, Session = Datagram

Dalam layer-layer ini, hanya ada satu PDU saja, yaitu Datagram. Datagram adalah data yang masih berupa data hasil developed atau buatan stand-alone application dalam komputer. Data ini cenderung masih bisa dimengerti oleh kita, belum menjadi data yang berbentuk abstrak. Selain itu, Datagram juga belum terbungkus oleh header yang menyediakan info-info yang diperlukan dalam mengirim datagram tersebut.
2. Transport = Segment

Pada layer Transport, Datagram mulai dibungkus dengan header. Header ini berisi tentang source port, destination port, panjang header, dan info-info lainnya, hingga menjadi PDU baru yang bernama segment.
3. Network = Packet

4. Datalink = Frame

Lalu, Packet pun dibungkus kembali dengan header. Header ini berisi tentang waktu yang tercatat saat melakukan proses pembungkusan dan pengiriman data, hingga menjadi sebuah PDU baru yang bernama frame.
5. Physical = Bitstream

Terakhir, Frame dibungkus dengan header kembali. Header ini berisi tentang info MAC address source dan MAC address destination, hingga PDU ini bernama bitstream. Bentuk ini bentuk terakhir dalam enkapsulasi. Setelah ini, langsung dikirimkan melalui media transmisi hingga sampai di host yang lain.
Semua proses ini dinamakan Enkapsulasi. Sedangkan Dekapsulasi, adalah proses yang terjadi dari layer bawah ke atas.
Laporan:
http://www.mediafire.com/?3k2fmam4qzmzeh8
Senin, 26 Juli 2010
Layer pertama dan kedua pada Model Referensi OSI
Pada Model Referensi OSI(Open System Interconnection) terdapat 7 layer atau lapisan. Kali ini saya akan membahas perangkat-perangkat yang terdapat pada layer pertama dan kedua pada Model Referensi OSI.
Layer pertama pada model referensi OSI:
1. Layer Physical
Ini adalah layer yang paling sederhana. Berkaitan dengan electrical (dan optical) koneksi antar peralatan. Data biner dikodekan dalam bentuk yang dapat ditransmisi melalui media jaringan, sebagai contoh kabel, transceiver dan konektor yang berkaitan dengan layer Physical. Peralatan seperti Kabel, RF (radio Frequency), NIC, Repeater, dll berada pada layer ini.
2. Layer Data-link
Layer ini sedikit lebih “cerdas” dibandingkan dengan layer physical, karena menyediakan transfer data yang lebih nyata. Sebagai penghubung antara media network dan layer protocol yang lebih high-level, layer data link bertanggung-jawab pada paket akhir dari data binari yang berasal dari level yang lebih tinggi ke paket diskrit sebelum ke layer physical. Akan mengirimkan frame (blok dari data) melalui suatu network. Ethernet (802.2 & 802.3), Tokenbus (802.4) dan Tokenring (802.5) adalah protocol pada layer Data-link. Peralatan seperti Switch, dan perangkat lain yang bisa melakukan ARP berada pada layer ini.
Sumber:
-http://disconnected32.wordpress.com/2008/09/22/pengenalan-jaringan/
-http://www.facebook.com/topic.php?uid=59821105868&topic=10112
Kamis, 22 Juli 2010
Komunikasi
Dalam berkomunikasi, dibutuhkan 3 komponen antara lain:
•Sumber (Source): Seseorang yang memberikan pesan atau dalam komunikasi dapat disebut sebagai komunikator.
•Media: Sebuah alat untuk mengirimkan pesan tersebut. Misal secara personal (komunikasi interpersonal), maka media komunikasi yang digunakan adalah panca indra atau bisa memakai media telepon, telegram, handphone, yang bersifat pribadi.
•Receiver: Orang yang mendapatkan pesan dari komunikator melalui media. Penerima adalah elemen yang penting dalam menjalankan sebuah proses komunikasi. Karena, penerima menjadi sasaran dari komunikasi tersebut.
Jenis-jenis komunikasi dibagi menjadi 3, yaitu:
•Simplex
Simplex adalah suatu proses komunikasi yang bersifat satu arah (one way).
-Contoh: Radio, Televisi, dsb.

•Half-Duplex
Half-Duplex adalah sebuah mode komunikasi di mana data dapat ditransmisikan atau diterima secara dua arah tapi tidak dapat secara bersama-sama.
-Contoh: Walkie-Talkie
•Full-Duplex
Full-Duplex adalah sistem komunikasi dimana Receiver dan Source dapat mengirimkan data atau informasi dalam dua arah pada waktu yang sama.
-Contoh: Telepon
Enkapsulasi & Dekapsulasi
Dekapsulasi adalah proses pelepasan header dari layer ke layer.
Sabtu, 17 Juli 2010
Model Referensi Jaringan TCP / IP & OSI
TCP/IP yang asli memiliki beberapa tujuan dalam mewujudkan sebuah jaringan komputer yang luas dan mudah dikembangkan, tujuan-tujuan itu diantaranya:
• Independensi hardware: sebuah protokol yang dapat digunakan pada Machintosh, PC, Mainframe atau komputer jenis apapun.
• Independensi software: sebuah protokol harus dapat digunakan oleh produsen dan aplikasi software yang berbeda. Hal ini akan memungkinkan sebuah host pada suatu situs untuk berkomunikasi dengan host lain di situs yang lainnya tanpa memerlukan konfigurasi software yang sama.
• Rekoveri kesalahan dan penanganan error: sebuah protokol harus mampu memperbaiki kesalahan secara otomatis atas drop atau hilangnya data. Protokol ini harus mampu mencegah/mengembalikan kehilangan/rusaknya data dari host manapun di bagian
manapun dari jaringan serta pada point manapun dari pengiriman suatu data.
• Protokol yang efisien dengan atribut yang minimal (tidak terlalu banyak tambahan
atribut).
• Kemampuan untuk menambah koneksi tanpa menggangu servis dalam jaringan.
• Routable data: sebuah protokol harus mampu mencari jalan untuk menyampaikan data sehingga data tersebut dapat sampai ketujuan.
Model TCP/IP hanya terdiri dari empat layer, yaitu:
• Application Layer
Berfungsi sebagai interface antara user dan komputer. Layer ini bertanggung jawab untuk mengidentifikasi ketersediaan dari partner komunikasi, menentukan ketersediaan resources dan melakukan proses sinkronisasi komunikasi. Application layer menentukan identitas dan ketersediaan dari partner komunikasi untuk sebuah aplikasi dengan data yang dikirim.
• Transport Layer
Berfungsi sebagai penjamin diterimanya paket data yang dikirim. Transport layer juga dapat membentuk sebuah sambungan dan mengirim acknowledgment ketika paket data diterima.
• Internet Layer
Berfungsi untuk memberikan layanan dasar pengantaran data. salah satu protokol yang bekerja pada layer ini adlah IP (internet protokol) yang diantaranya berfungsi:
- Mentransfer data dari Network access layer ke transport layer dan sebaliknya.
- Menangani datagaram termasuk fragmentasi dan defragmentasi.
- Menangani skema pengalamatan yang diguankan dalam pertukaran data- menangani proses routing.
Berfungsi sebagai penanggung jawab dalam hal routing dari paket-paket data yang didasarkan pada logical address dari paket-paket data tersebut. Network layer memotong-motong data dan menyusunya kembali jika diperlukan, ia mengirim paket-paket data dari sumber ke tujuan.
Cara Kerja TCP/IP
TCP/IP menjelaskan bagaimana dua buah host dapat saling berkomunikasi dan bagaimana kedua host ini tetap terkoneksi satu sama lain ketika data dikirim. TCP bertanggung jawab untuk memastikan data diterima di host tujuan. TCP meninggalkan jejak tentang apa yang dikirim dan dikirim ulang (informasi apapun yang tidak berhasil dikirimkan), jika suatu data terlalu besar untuk dikirim sebagai sebuah paket, TCP memecah data tersebut kedalam beberapa paket dan memastikan bahwa seluruh paket yang dikirim dapat sampai di tujuan dengan benar, setelah itu TCP menyusun kembali paket-paket tersebut sesuai dengan urutannya dan kemudian merekonstruksi data yang dikirim.
Model TCP/IP
OSI(Open System Interconnetction) adalah sebuah standar baku dan ia hanyalah sebuah model rujukan, jika kita misalkan suatu model adalah sebuah pertanyaan, maka protokol adalah jawabannya.
OSI model dibuat dengan tujuan agar komunikasi data dapat berjalan melalui
langkah-langkah yang jelas, langkah-langkah ini biasa disebut dengan nama “layer”.
Model OSI terdiri dari tujuh layer dengan pembagian tugas yang jelas, ke tujuh layer itu
adalah:
• Aplication Layer
Berfungsi sebagai interface antara user dan komputer. Layer ini bertanggung jawab untuk mengidentifikasi ketersediaan dari partner komunikasi, menentukan ketersediaan resources dan melakukan proses sinkronisasi komunikasi. Application layer menentukan identitas dan ketersediaan dari partner komunikasi untuk sebuah aplikasi dengan data yang dikirim.
Beberapa contoh aplikasi yang bekerja di Application layer antara lain:
• Presentation Layer
Berfungsi sebagai penambah struktur pada paket data yang akan dikirimkan.
Tugas utama layer ini adalah untuk meyakinkan bahwa data atau informasi terkirim dengan
bahasa atau syntax yang dapat dipahami oleh host yang dituju.
• Session Layer
Berfungsi sebagai pengontrol “dialog” selama komunikasi berlangsung, layer ini bertanggung jawab dalam hal bagaimana membentuk sambungan, bagaimana menggunakan sambungan tersebut, dan bagai mana memutuskan sambungan yang terbentuk setelah sebuah sesi komunikasi selesai.
Session layer juga menambahkan control header pada paket data selama pertukaran data
terjadi.
• Transport Layer
Berfungsi sebagai penjamin diterimanya paket data yang dikirim. Transport layer juga dapat membentuk sebuah sambungan dan mengirim acknowledgment ketika paket data diterima.
• Network Layer
Berfungsi sebagai penanggung jawab dalam hal routing dari paket-paket data yang didasarkan pada logical address dari paket-paket data tersebut. Network layer memotong-motong data dan menyusunya kembali jika diperlukan, ia mengirim paket-paket data dari sumber ke tujuan.
• Data-Link Layer
Layer dimana data dipersiapkan untuk dikirimkan melalui jaringan, pada layer ini paket data di kapsulasi dalam sebuah frame (bundle dari data biner) sebelum dikirimkan. Protokol pada layer ini membantu dalam hal pengalamatan (addressing) dan pendeteksian kesalahan dari data yang dikirimkan. Layer ini bertanggung jawab dalam megirimkan data dari satu hoop ke hoop yang lain. Data-link layer terdiri dari dua sublayer yaitu; sublayer Logical Link Control (LLC) dan sublayer Media Access Control (MAC). Sublayer LLC adalah antarmuka antara protokol network layer dengan metode pengaksesan media misalnya Ethernet atau Token Ring. Sublayer MAC menangani koneksi ke media fisik seperti twisted-pair atau pengkabelan koaksial.
• Physical Layer
Layer paling bawah dalam model OSI adalah physical layer. Layer ini menjelaskan bagaimana pengiriman dan penerimaan bit-bit data sepanjang media transmisi seperti; kabel koaksial, twited-pair, serat optic, gelombang radio atau media transmisi yang lainya.
Cara Kerja Model Referensi Jaringan OSI
Aplication layer megirimkan data ke presentation layer, di presentation layer data ditambahkan header dan atau tailer kemudian dikirim ke layer dibawahnya, pada layer dibawahnya pun demikian, data ditambahkan header dan atau tailer kemudian dikirimkan ke layer dibawahnya lagi, terus demikian sampai ke physical layer. Di physical layer data dikirimkan melalui media transmisi ke host tujuan. Di host tujuan paket data mengalir dengan arah sebaliknya, dari layer paling bawah ke layer paling atas. Protokol pada physical layer di host tujuan mengambil paket data dari media transmisi kemudian mengirimkannya ke data-link layer, data-link layer memeriksa data-link layer header yang ditambahkan host pengirim pada paket, jika host bukan yang dituju oleh paket tersebut maka paket itu akan di buang, tetapi jika host adalah yang dituju oleh paket tersebut maka paket akan dikirimkan ke network layer, proses ini terus berlanjut sampai ke application layer di host tujuan. Proses pengiriman paket dari layer ke layer ini disebut dengan “peer-layer communication”.
